<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Welcome</title>
	<atom:link href="http://duniaiman.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://duniaiman.wordpress.com</link>
	<description>to the unlimited creative</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Dec 2008 09:01:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='duniaiman.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/502b9d1f06fbbc32a999bf474973c7d4?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Welcome</title>
		<link>http://duniaiman.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://duniaiman.wordpress.com/osd.xml" title="Welcome" />
	<atom:link rel='hub' href='http://duniaiman.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Teknik Dasar Fotografi Digital (bag5) : Depth Of Field</title>
		<link>http://duniaiman.wordpress.com/2008/12/02/teknik-dasar-fotografi-digital-bag5-depth-of-field/</link>
		<comments>http://duniaiman.wordpress.com/2008/12/02/teknik-dasar-fotografi-digital-bag5-depth-of-field/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 01:06:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imanfunky</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Fotografi Digital]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniaiman.wordpress.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Secara harafiah Depth of Field (DOF) berarti kedalaman ruang. Di dunia fotografi, DOF secara teknis berarti rentang atau variasi jarak antara kamera dengan subjek foto untuk menghasilkan variasi ketajaman (fokus) gambar yang masih dapat diterima (tidak blur). Dengan kata lain, DOF digunakan untuk menunjukkan ruangan tertentu di dalam foto yang mendapatkan perhatian khusus oleh mata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniaiman.wordpress.com&amp;blog=2300447&amp;post=116&amp;subd=duniaiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://duniaiman.files.wordpress.com/2008/12/depth-of-field.jpg"><img class="size-full wp-image-117 alignnone" title="depth-of-field" src="http://duniaiman.files.wordpress.com/2008/12/depth-of-field.jpg?w=400&#038;h=295" alt="depth-of-field" width="400" height="295" /></a></p>
<p>Secara harafiah <strong>Depth of Field </strong>(DOF) berarti kedalaman ruang. Di dunia fotografi, DOF secara teknis berarti rentang atau variasi jarak antara kamera dengan subjek foto untuk menghasilkan variasi ketajaman (fokus) gambar yang masih dapat diterima (tidak blur). Dengan kata lain, DOF digunakan untuk menunjukkan ruangan tertentu di dalam foto yang mendapatkan perhatian khusus oleh mata karena adanya perbedaan ketajaman (fokus)</p>
<p>Secara umum, <strong>Depth Of Field</strong> dipengaruhi oleh 3 hal yaitu :</p>
<p><strong>Jarak fokus utama dari kamera</strong></p>
<ul>
<li>Lebar ruang tajam berbanding lurus dengan kuadrat jarak objek. Jika kita mengubah jarak antara kamera dengan objek sebesar 3x (lebih jauh &#8211; dengan menggeser kamera mundur dari posisi semula) maka lebar ruang tajam akan menjadi 9x lebar semula.</li>
</ul>
<p><strong>Bukaan diafragma</strong></p>
<ul>
<li>Lebar ruang tajam berbanding lurus dengan diafragma. Contoh: jika diafragma dinaikkan 2 stop dari f/8 ke f/16, maka lebar ruang tajam akan menjadi 2x lebar semula.</li>
</ul>
<p><strong>Panjang fokus lensa yang digunakan</strong></p>
<ul>
<li>Lebar ruang tajam berbanding terbalik dari kuadrat panjang fokus. Dengan kata lain, lebar ruang tajam akan menjadi 4x lebar semula jika kita mengubah lensa dari 100mm ke 50mm (panjang fokus lensa setengah dari semula).</li>
</ul>
<p>Semakin lebar sudut lensa maka semakin luas daerah ruang tajamnya. Ini artinya, ketika kamera di-zoom out, objek yang kita shoot akan semakin leluasa untuk bergerak maju ataupun mundur dalam jarak tertentu dari kamera dan masih terlihat tajam/fokus. Ruang tajam yang sempit dalam pengambilan gambar telephoto, disebut juga DoF sempit, sedangkan ruang tajam yang luas dalam pengambilan gambar wide disebut juga DoF luas.</p>
<p>Semakin membuka diafragma, semakin sempit daerah ruang tajamnya. Ini berarti, mengatur fokus dalam situasi pencahayaan yang kurang akan lebih problematis dikarenakan diafragma harus membuka lebar dan objek tidak akan leluasa untuk bergerak mendekat atau menjauh dari kamera karena akan keluar dari fokus (out of focus).</p>
<p>Kombinasi antara telephoto (zoom in all the way) dan diafragma yang membuka lebar, akan mengakibatkan ruang tajam yang sempit. Satu contoh, saat pengambilan gambar telephoto (tight shot) seorang penyanyi yang melakukan konser pada malam hari dengan pencahayaan yang minim, kita harus berhati-hati dalam mengatur fokus, karena sedikit saja penyanyi tersebut bergerak mendekat atau menjauh dari kamera, maka dia akan mudah untuk keluar dari fokus<strong>.</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniaiman.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniaiman.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniaiman.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniaiman.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniaiman.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniaiman.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniaiman.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniaiman.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniaiman.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniaiman.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniaiman.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniaiman.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniaiman.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniaiman.wordpress.com/116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniaiman.wordpress.com&amp;blog=2300447&amp;post=116&amp;subd=duniaiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniaiman.wordpress.com/2008/12/02/teknik-dasar-fotografi-digital-bag5-depth-of-field/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0345748f690f3ac53a7f6d3f969803e9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">imanfunky</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duniaiman.files.wordpress.com/2008/12/depth-of-field.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">depth-of-field</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teknik Dasar Fotografi Digital (bag 4) : Blitz/Flash Light</title>
		<link>http://duniaiman.wordpress.com/2008/12/02/teknik-dasar-fotografi-digital-bag-4-blitzflash-light/</link>
		<comments>http://duniaiman.wordpress.com/2008/12/02/teknik-dasar-fotografi-digital-bag-4-blitzflash-light/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 00:55:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imanfunky</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Fotografi Digital]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniaiman.wordpress.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Blitz atau flash diterjemahkan secara bebas menjadi lampu kilat. Ini merupakan satu asesori yang sangat luas dipakai dalam dunia fotografi. Fungsi utamanya adalah untuk meng-illuminate (mencahayai/menerangi) obyek yang kekurangan cahaya agar terekspos dengan baik. Tetapi belakangan penggunaannya mulai meluas untuk menghasilkan foto-foto artistik. Artikel ini akan membahas dasar-dasar pengetahuan yang diperlukan untuk menggunakan flash dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniaiman.wordpress.com&amp;blog=2300447&amp;post=113&amp;subd=duniaiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Blitz atau flash diterjemahkan secara bebas menjadi lampu kilat. Ini merupakan satu asesori yang sangat luas dipakai dalam dunia fotografi. Fungsi utamanya adalah untuk meng-illuminate (mencahayai/menerangi) obyek yang kekurangan cahaya agar terekspos dengan baik. Tetapi belakangan penggunaannya mulai meluas untuk menghasilkan foto-foto artistik. Artikel ini akan membahas dasar-dasar pengetahuan yang diperlukan untuk menggunakan flash dengan benar.</p>
<p>Menggunakan lampu kilat bukan hanya sekedar menyalakan flash, mengarahkan kamera kemudian klik dan jadilah satu foto yang terang, tetapi ada hal-hal yang perlu kita ketahui demi mendapat karya fotografi yang baik.</p>
<p><strong>Blitz dan GN (Guide Number)<br />
</strong></p>
<p>Untuk membagi/mengklasifikasikan blitz, ada beberapa klasifikasi yang dapat digunakan. Yang pertama, berdasarkan ketersediaan dalam kamera maka blitz dibagi menjadi built-in flash dan eksternal. Flash built-in berasal dari kameranya sendiri sedangkan blitz eksternal adalah blitz tambahan yang disambung menggunakan kabel atau hot shoe ke kamera. Selain itu, kita juga dapat membaginya berdasarkan tipe/merk kamera.</p>
<p>Kita mengenal dedicated flash dan non-dedicated flash. Dedicated flash adalah flash yang dibuat khusus untuk menggunakan fitur-fitur tertentu dalam suatu kamera spesifik. Biasanya produsen kamera mengeluarkan blitz yang spesifik juga untuk jajaran kameranya dan dapat menggunakan fitur-fitur seperti TTL, slow sync atau rear sync, dll. Sedangkan blitz non-dedicated memiliki fungsi-fungsi umum saja dari kebanyakan kamera dan bisa digunakan terlepas dari tipe/merk kamera. Flash jenis inilah yang biasanya membutuhkan banyak perhitungan karena flash yang sudah dedicated sudah mendapat informasi pencahayaan dari kamera sehingga tidak membutuhkan setting tambahan lagi.</p>
<p>Ada juga flash yang kekuatan outputnya (GN) bisa diatur dan ada juga yang tidak bisa (fixed GN). Kita akan cenderung lebih banyak membicarakan tentang flash yang non-dedicated, non-TTL, dan fixed GN.</p>
<p>Dalam fotografi menggunakan blitz, kita tidak akan lepas dari kalkulasi-kalkulasi yang berkaitan dengan intensitas cahaya yang terefleksi balik dari obyek yang kita cahayai. Karena itu, kita akan berjumpa dengan apa yang sering disebut GN (Guide Number) atau kekuatan flash. Secara singkat kita dapat katakan kalau flashnya berkekuatan besar, maka akan dapat mencahayai satu obyek dengan lebih terang dan bisa menjangkau obyek yang lebih jauh.</p>
<p>GN pada dasarnya merupakan perhitungan sederhana kekuatan flash. Kita mengenal 2 macam penulisan GN yaitu dengan menggunakan perhitungan satuan yang berbeda yaitu m (meter) dan feet (kaki). Lazimnya di Indonesia kita menggunakan hitungan dengan m. Ini merupakan salah satu pertimbangan juga karena untuk flash dengan kekuatan sama, angka GN m dan feet berbeda jauh. Selain itu, umumnya GN ditulis untuk pemakaian film dengan ISO/ASA 100 dan sudut lebar (35mm/24mm/20mm).</p>
<p>GN merupakan hasil kali antara jarak dengan bukaan (f/ stop atau aperture) pada kondisi tertentu (ISO/ASA 100/35mm/m atau ISO/ASA 100/35mm/feet). Sebagai contoh, jika kita ingin menggunakan flash untuk memotret seseorang yang berdiri pada jarak 5m dari kita menggunakan lensa 35mm dan kita ingin menggunakan f/2.8 maka kita memerlukan flash ber-GN 14. Penghitungan yang biasa digunakan biasanya justru mencari aperture tepat untuk blitz tertentu. Misalnya, dengan blitz GN 28 maka untuk memotret obyek berjarak 5m tersebut kita akan menggunakan f/5.6.</p>
<p>GN ini hanya merupakan suatu panduan bagi fotografer. Bukan harga mati. Yang mempengaruhinya ada beberapa. Salah satunya adalah ISO/ASA yang digunakan. Setiap peningkatan 1 stop pada ISO/ASA akan menyebabkan GN bertambah sebesar sqrt(2) atau sekitar 1,4 kali (atau jarak terjauh dikali 1.4) dan peningkatan 2 stop pada ISO/ASA akan menyebabkan GN bertambah 2 kali (atau jarak terjauh dikali 2)<strong>. </strong></p>
<p><strong>Indoor Flash</strong></p>
<p>Blitz sering bahkan hampir selalu digunakan di dalam ruangan. Alasannya karena di dalam ruangan biasanya penerangan lampu agak kurang terang untuk menghasilkan foto yang bisa dilihat. Memang, ada teknik menggunakan slow shutter speed untuk menangkap cahaya lebih banyak, tapi biasanya hal ini menyebabkan gambar yang agak blur karena goyangan tangan kameraman maupun gerakan dari orang yang ingin kita foto. Karena itu, biasanya kita menggunakan blitz.</p>
<p>Penggunaannya biasanya sederhana. Kita bisa setting kamera digital di auto dan membiarkannya melakukan tugasnya atau bisa juga kita melakukan setting sendiri menggunakan perhitungan yang sudah dilakukan di atas. Tidak sulit. Hanya saja, ada beberapa hal perlu kita perhatikan agar mendapatkan hasil maksimal.</p>
<p>1. Jangan memotret obyek yang terlalu dekat dengan blitz yang dihadapkan tegak lurus. Ambil contoh dengan blitz GN 20 yang menurut saya cukup memadai sebagai blitz eksternal bagi kamera digital dalam pemotretan indoor dalam ruangan (bukan aula). Jika kita ingin memotret sebutlah orang pada jarak 2 meter dengan ISO/ASA 200 maka kita membutuhkan f/16 yang tidak tersedia pada sebagian besar PDC dan akan menghasilkan gambar yang over. Karena itu, untuk PDC/DSLR biasanya sudah terdapat flash built-in yang TTL dan memiliki GN agak kecil (8-12 pada sebagian PDC, 12-14 pada DSLR). Gunakan itu daripada flash eksternal untuk obyek yang agak dekat.</p>
<p>2. Kombinasikan flash dengan slow shutter speed untuk mendapatkan obyek utama tercahayai dengan baik dan latar belakang yang memiliki sumber cahaya juga tertangkap dengan baik. Ini adalah suatu teknik yang patut dicoba dan seringkali menghasilkan gambar yang indah. Jangan takut menggunakan speed rendah karena obyek yang sudah dikenai flash akan terekam beku (freeze).</p>
<p>3. Bila ruangan agak gelap, waspadai terjadinya efek mata merah/red eye effect. Efek mata merah ini terjadi karena pupil mata yang membesar untuk membiasakan diri dengan cahaya yang agak gelap tetapi tiba-tiba dikejutkan cahaya yang sangat terang dari flash. Jika kamera dan/atau flash terdapat fasilitas pre-flash/red eye reduction, gunakan hal ini. Jika tidak, akali dengan mengubah sudut datangnya cahaya flash agar tidak langsung mengenai mata.</p>
<p>4. Dalam ruangan pun ada sumber cahaya yang kuat seperti spotlight. Hindari memotret dengan menghadap langsung ke sumber cahaya kuat tersebut kecuali ingin mendapatkan siluet yang tidak sempurna (kompensasi under 1 &#8211; 2 stop untuk siluet yang baik). Dalam kondisi demikian, gunakan flash untuk fill in/menerangi obyek yang ingin dipotret tersebut.</p>
<p><strong>Bounce/Diffuse</strong></p>
<p>Flash adalah sumber cahaya yang sangat kuat. Selain itu, flash adalah cahaya yang bersumber dari sumber cahaya yang kecil (sempit). Karenanya, bila cahaya ini dihadapkan langsung pada suatu obyek akan menyebabkan penerangan yang kasar (harsh). Dalam sebagian besar foto dokumentasi konsumsi pribadi dimana petugas dokumentasi menggunakan kamera point &amp; shoot (film/digital) ini bisa diterima. Tetapi dalam tingkat yang lebih tinggi dimana hasil foto ini akan menjadi konsumsi umum, alur keras cahaya akan memberi efek yang kurang sedap dipandang. Ditambah lagi biasanya ini akan menyebabkan cahaya flash memutihkan benda yang sudah agak putih dan menyebabkan detail-detail tertentu lenyap.</p>
<p>Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menghindari hal ini dalam artian melunakkan cahaya tersebut:</p>
<p>1.	Memperluas bidang datang cahaya yaitu dengan memantulkannya ke bidang lain (bounce).</p>
<p>2.	Menyebarkan cahaya yang datang dari sumber kecil tersebut sehingga meluas (diffuse).</p>
<p>Bounce flash dilakukan dengan cara memantulkan flash ke satu bidang yang luas sehingga cahaya datang dalam sudut yang lebih luas. Kita bisa menggunakan langit-langit atau dinding yang ada dalam ruangan. Jika flash eksternal yang terpasang pada kamera digital terhubung melalui hot shoe, maka flash tersebut harus memiliki fasilitas tilt untuk memantulkan cahayanya. Jika terpasang melalui kabel synchro, maka kita bisa memasang flash pada bracket dengan posisi sedikit menghadap ke atas/samping atau memegangnya dengan posisi demikian.</p>
<p>Posisi memantulkan yang tepat agar cahaya jatuh tepat pada obyek adalah dengan menghadapkan flash tersebut pada langit-langit di tengah fotografer/flash dan obyek.</p>
<p>Beberapa hal perlu kita perhatikan dalam memanfaatkan bounce flash ini adalah:</p>
<p>1. Jarak untuk menghitung f/stop berubah bukan menjadi jarak kamera dan obyek tetapi berubah menjadi jarak yang dilalui oleh cahaya flash tersebut. Normalnya pada sudut tilt 45° kita akan melebarkan aperture 1 stop dan pada sudut tilt 90° kita melebarkan aperture sebesar 2 stop. Tentunya ini hanya panduan ringkas. Pada pelaksanaan tergantung teknis di lapangan.</p>
<p>2.	Berkaitan dengan no. 1 di atas, maka jarak langit-langit/dinding tidak boleh terlalu jauh atau akan jadi percuma.</p>
<p>3. Gunakan selalu bidang pantul berwarna putih dan tidak gelap. Warna selain putih akan menyebabkan foto terkontaminasi warna tersebut sedangkan warna gelap akan menyerap cahaya flash tersebut.</p>
<p>4. Perhatikan bisa terjadi kemunculan bayangan pada sisi lain cahaya. Misalnya jika kita memantulkan ke langit-langit maka kita akan mendapatkan bayangan di bawah hidung atau dagu dan jika kita memantulkan ke dinding di kiri maka akan ada bayangan di sebelah kanan. Untuk mengatasinya kita dapat menyelipkan sebuah bounce card di bagian depan flash tersebut sehingga ketika kita memantulkan cahaya ke atas/samping kita tetap memiliki cahaya yang tidak terlalu kuat yang mengarah ke depan dan menetralisir bayangan yang muncul.</p>
<p>Untuk mengambil foto secara vertical, akan mudah kalau kita menggunakan koneksi kabel karena kita dapat dengan mudah menghadapkan flash ke atas jika menggunakan bracket atau dipegang. Tetapi jika koneksi kita adalah hot shoe maka pastikan flash kita memiliki fasilitas swivel head sehingga dapat kita putar menghadap ke atas. Lebih bagus lagi jika kita memiliki flash yang dapat di-tilt dan swivel. Ini akan mengakomodasi sebagian besar kebutuhan kita.</p>
<p>Cara lain melunakkan cahaya adalah dengan memperluas dispersinya. Caranya gunakan flash diffuser. Flash diffuser akan menyebarkan cahaya yang keluar dari flash ke segala arah sehingga cahaya yang keluar tidak keras. Umumnya tersedia diffuser khusus untuk flash tertentu mengingat head flash berbeda-beda. Dapat juga kita membuat sendiri diffuser untuk flash kita menggunakan bermacam-macam alat.</p>
<p>Ketika kita menggunakan diffuser, sebenarnya kita menghalangi area tertentu dari arah cahaya flash dan membelokkannya ke tempat lain. Ini mengurangi kekuatan flash yang kita gunakan tersebut. Jika diffuser yang kita gunakan adalah hasil beli, maka kita dapat membaca berapa kompensasi aperture yang kita perlukan ketika menghitung eksposur. Biasanya terdapat pada kotak atau kertas manual. Jika kita memutuskan membuat sendiri, maka kita bisa melakukan eksperimen berkali-kali agar mendapatkan angka yang pas untuk kompensasi yang diperlukan kali lainnya.</p>
<p><strong>Outdoor Flash</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana;">Sekilas jika kita berpikir tentang penggunaan flash, maka kita akan tahu kalau itu berlaku untuk suasana pemotretan yang kekurangan cahaya. Karenanya, kita umumnya tidak memikirkan tentang perlunya penggunaan flash pada pemotretan luar ruangan (siang hari, of course) karena sinar matahari sudah sangat terang. Di sinilah kesalahan kita dimulai. Flash sangat dibutuhkan pada pemotretan outdoor, terutama pada:</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;">Kondisi obyek membelakangi matahari. Pada kondisi seperti ini, meter kamera akan mengira suasana sudah cukup terang sehingga akan menyebabkan obyek yang difoto tersebut gelap/under karena cahaya kuat tersebut percuma karena tidak direfleksikan oleh obyek. Cara mengakalinya adalah dengan melakukan fill in pada obyek sehingga walaupun latar sangat terang tetapi obyek tetap mendapat cahaya. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;">Matahari berada di atas langit. Ini akan mengakibatkan muncul bayangan pada bawah hidung dan dagu. Gunakan flash untuk menghilangkannya. Untuk melembutkan cahayanya gunakan bounce card atau diffuser.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;">Obyek berada pada open shade (bayangan). Flash digunakan untuk mendapatkan pencahayaan yang sama pada keseluruhan obyek karena bayangan akan membuat gradasi gelap yang berbeda-beda pada bagian-bagian obyek apalagi wajah manusia.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;">Langit sangat biru dan menggoda. Jika kita tidak tergoda oleh birunya langit dan rela mendapat foto langit putih ketika memotret outdoor maka silahkan lakukan metering pada obyek tanpa menggunakan flash atau dengan flash. Jika kita rela obyek kekurangan cahaya asalkan langit biru silahkan lakukan metering pada langit. Nah, jika kita ingin langit tetap biru sekaligus obyek tercahayai dengan baik, gunakan metering pada langit dan fill flash pada obyek. Ini akan menghasilkan perpaduan yang tepat dan pas.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Verdana;">Langit mendung. Ketika langit mendung, jangan segan-segan gunakan flash karena efek yang ditimbulkan awan mendung akan sama seperti jika kita berada di bawah bayangan.</span></li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniaiman.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniaiman.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniaiman.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniaiman.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniaiman.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniaiman.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniaiman.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniaiman.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniaiman.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniaiman.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniaiman.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniaiman.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniaiman.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniaiman.wordpress.com/113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniaiman.wordpress.com&amp;blog=2300447&amp;post=113&amp;subd=duniaiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniaiman.wordpress.com/2008/12/02/teknik-dasar-fotografi-digital-bag-4-blitzflash-light/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0345748f690f3ac53a7f6d3f969803e9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">imanfunky</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teknik Dasar Fotografi Digital (bag 3) : Terminologi Fotografi</title>
		<link>http://duniaiman.wordpress.com/2008/12/02/teknik-dasar-fotografi-digital-bag-3-terminologi-fotografi/</link>
		<comments>http://duniaiman.wordpress.com/2008/12/02/teknik-dasar-fotografi-digital-bag-3-terminologi-fotografi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2008 17:25:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imanfunky</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Fotografi Digital]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniaiman.wordpress.com/2008/12/02/teknik-dasar-fotografi-digital-bag-3-terminologi-fotografi/</guid>
		<description><![CDATA[Bagian 3 &#8211; Terminologi / Istilah2 Fotografi Setelah bagian pertama dan bagian kedua, Bagian Ketiga dari serial Teknik Dasar Fotografi Digital ini akan membahas tentang terminologi2 atau istilah2 yang banyak dipakai dalam dunia fotografi A : Singkatan dari auto, yaitu sebuah sandi untuk pilihan fasilitas otomatis. Artinya, bila selector diputar ke posisi ini, bukaan diafragma [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniaiman.wordpress.com&amp;blog=2300447&amp;post=109&amp;subd=duniaiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:100%;font-family:verdana;"><span style="font-size:130%;color:#999999;">Bagian 3  &#8211; Terminologi / Istilah2 Fotografi<br />
</span></span></p>
<p>Setelah  bagian pertama dan bagian kedua, Bagian Ketiga dari serial Teknik Dasar Fotografi Digital ini akan membahas tentang terminologi2 atau istilah2 yang banyak dipakai dalam dunia fotografi</p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">A</span> : Singkatan dari auto, yaitu sebuah sandi untuk pilihan fasilitas otomatis. Artinya, bila selector diputar ke posisi ini, bukaan diafragma akan bekerja secara otomatis setelah pemotret memilih suatu kecepatan (shutter speed) atau sebaliknya.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">AF</span> : singkatan dari auto focus, yaitu cara kerja kamera tanpa mengharuskan pemotret memutar-mutar sendiri penemu fokus(jarak). Sistem ini bekerja setelah pemotret menekan tombol “on” pada perintah fokus.</span></p>
<p><span style="font-weight:bold;">AL servo AF</span> : saran pilihan autofocus yang digunakan untuk memotret objek2 bergerak. Pilihan yang efektif untuk pemotretan olahraga.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Angle of view</span> : Sudut pandang atawa sudut pemotretan. Cara melihat dan mengambil objek yang akan difoto</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Aperture diafragma</span> : yaitu lubang tempat cahaya masuk kedalam kamera dari lensa keatas film.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Aperture priority auto exposure (A)</span> : pencahayaan otomatis prioritas bukaan diafragma. Jika bukaan diafragma disetel terlebih dahaulu, kecepatan rana akan bekerja otomatis.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Artificial light</span> : cahaya buatan manusia yang digunakan untuk memotret misalnya lampu kilat, api, dll.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Asa</span> : singkatan dari american standar assosiation. Yaitu standar kepekaan film. Pengertiannya sama dengan ISO, hanya saja nama ASA dahulu umumnya dipakai diwilayah amerika. Kecepatannya diukur secara aritmatis.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Auto Program (P)</span> : fasilitas otomatis untuk memilih pencahayaan terprogram secara normal dan high speed(kecepatan tinggi), tergantung pada pemakaian panjang-pendek fokus lensa.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Auto winder</span> : motor yang berguna untuk memajukan film secara otomatis dan cepat tanpa harus dikokang atawa diengkol terlebih dahulu. Sering digunakan oleh pemotret olahraga atawa yang mengutamakan objek-objek bergerak cepat.</p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">Back light</span> : Cahaya dari belakang, yaitu cahaya yang berasal dari belakang objek. Arah cahaya ini berlawanan dengan posisi kamera. Secara umum efek yang dihasilkan dapat menciptakan siluet; objek foto dikelilingi “<span style="font-style:italic;">rim light</span>” atau cahya yang ada disekitar objek. Efek cahaya ini bisa merugikan pemotret sebab bila mengenai lensa akan menimbulkan flare.</span></p>
<p><span style="font-weight:bold;">Bayonet</span> : Sistem dudukan lensa yang hanya memerlukan putaran kurang dari 90 derajat untuk melakukan penggantian lensa.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Birds eye view</span> : Sudut pandang dalam pemotretan yang mirip dengan apa yang diliat seekor burung yang sedang terbang.</p>
<p><a href="http://www.arielz.net/fotografi/teknik-dasar-fotografi-digital-bag-4"><span style="font-weight:bold;">Blitz</span></a> : Lampu kilat atau flashgun. Alat ini merupakan cahaya buatan yang berfungsi menggantikan peran cahya matahari dalam pemotretan. Untuk menangkap kilatannya diperlukan suatu kecepatan tertentu yang telah disesuaikan (disinkronkan) dengan kamera. Cahaya blitz umumnya bisa ditangkap dengan kecepatan kamera 1/60 detik.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Blitzlichtpulver</span> : Cikal bakal lampu kilat. Terbuat dari beberapa campuran bubuk diantaranya magnesium dan potassium chlorade yang dapat memancarkan cahaya bila disulut.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Blur</span> : Kekaburan seluruh atau sebagian gambar karena gerakan yang disengaja atau tidak sengaja pada saat pemotretan dan efek besar kecilnya diafragma. Hal ini terjadi misalnya saat melakukan teknik panning atau zooming yang menggunakan kecepatan rendah.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Bottom light</span> : Cahaya dari bawah objek, biasa juga disebut ‘<span style="font-style:italic;">base light</span>’. Biasa digunakan sebagai cahaya pengisi dari arah depan. Fungsinya mengurangi kontras cahaya utama.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Bounce Flash</span> : Sinar pantul. Pancaran cahaya tidak langsung yang berasal dari sumber cahaya (lampu kilat). Cara paling efektif yang dapat dicoba adalah memantulkan pancaran sinarnya kesudut lain sebelum cahaya itu mengenai objek pemotretan. Teknik pencahayan ini cocok untuk menghasilkan penyinaran lunak.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Bracketing</span> : Suatu teknik pengambilan gambar yang sama dengan memberikan kombinasi pencahayaan yang berbeda-beda pada suatu objek (disamping pengukuran pencahayan normal).</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Built-in diopter</span> : Pengatur dioptri (lensa plus atau minus)yang sudah terpasang pada pembidik kamera. Berguna bagi pemotret berkacamata.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Bulb, B(ulb)</span> bolam : Sarana kecepatan rana yang sangat lambat dikamera yang digunakan untuk memotret objek. Lama membuka rana ditentukan oleh pemotret, yaitu dengan menekan lalu melepas tekanan pada tombol shutter.</p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">C</span> : Singkatan dari continuous,yaitu sandi yang terdapat pada kamera. Fungsinya menyatakan penggunaan bidikan gambar secara beruntun dengan kecepatan tertentu (umumnya 3 bingkai per detik).</span></p>
<p><span style="font-weight:bold;">Candid camera</span> : foto atau potret yang dibuat dengan cara sembunyi2 sehingga objek foto tidak menyadarinya. Cara ini biasanya menghasilkan foto yang terkesan wajar atau alami.umumnya tidak ada komunikasi antrara pemotret dan objek foto.keberhasilan foto sangat ditentukan oleh kemahiran pemotret mengungkapkan pesannya.oleh Karen itu pemotret harus ekstra tekun, jeli,teliti dan sabar.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">CCD</span> : singkatan dari charge couple device,yaitu chip pengganti filmyang digunakan pada kamera digital untuk merekam gambar (citra)</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Center of focus</span> : pusat perhatian. Sering juga disebut center of interest atau focus of interest. Pusat perhatian membuat pesan dan teknis yang ingin disampaikan pemotret tergambar secara fisik pada foto.<br />
<span style="font-weight:bold;"><br />
Center weight </span>: pengukuran pencahayaan yang tertuju hanya pada 60 persen daerah tengah gambar (bidang) foto.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Coating</span> : pemberian suatu lapisan tipis pada permukaan lensa.Funsinya menahan pantulan cahaya dan melindungi lensa dari berbagai bahaya, mjsalnya jamur.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Cold tone </span>: warna yang bernada dingin; berwarna biru kelabu dengan nada warna ringan.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Color balance</span> : keseimbangan warna.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Composition</span> : komposisi, yaitu penempatan atau penyusunan bagian2 sebuah gambar untuk membentuk kesatuan dalam sebuah bidang tertentu sehingga enak dipandang.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Continuous light</span> : lampu kilat yang digunakan untuk memotret; cahayanya dapat menyala terus menerus(berulang-ulang).</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Contrast</span> : kontras. Secara umum kontras diartikan sebagai perbedaan gradasi,kecerahan, atau nada (warna) antara bidang gelap (shadow) dengan bidang terang, atau warna putih yang mencolok sekali pada objek.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Cropping</span> : pemadatan/pemotongan gambar dalam foto atau sesuatu yang tercetak dengan membuang bagian2 tertentu yang kurang dikehendaki.</p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">Density</span> : densitas atau kepekatan dalam fotografi.istilah ini menyatakn tebal-tipis lapisan perak yang melekat pada film. Semakin pekat suatu warna, semakin gelap dan berat warnanya.</span></p>
<p><span style="font-weight:bold;">Depth</span> : kedalaman, yaitu efek dimensional yang timbul karena ada perbedaan ketajaman.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Depth of field</span> : bagian yang tampak tajam (tidak buram) dan jelas,yang berada dalam jangkauan tertentu. Biasanya juga disebut sebagai ruang tajam.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Diaphragm</span> : diafragma,yaitu lubang pada lensa kamera tempat cahaya masuk saat melakukan pemotretan. Lubang lensa ini dibentuk dari kepingan2 logam tipis yang berada didalam atau dibelakang lensa. Bisa diciutkan atau dilebarkan.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Distortion</span> : distorsi,yaitu penyimpangan bentuk. Pada fotografi biasa  terjadi pada pemotrtan dengan lensa sudut lebar.</p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">Fill in Flash</span> : Lampu kilat pengisi. Dalam kondisi pemotretan yang tidak memerlukan lampu kilat,<br />
lampu ini tetap dinyalakan untuk menerangi bagian-bagian gelap dari objek, misalnya bayangan pada pemotretan diluar ruangan.</span></p>
<p><span style="font-weight:bold;">Film</span> : Media untuk merekam gambar. Gambar dibuat diatas dasar yang fleksibel dan transparan.<br />
Film terdiri dari lapisan tipis yang mengandung emulsi peka cahaya, diatas dasar yang fleksibel dan transparan. Emulsi sendiri terdiri dari perak halida, yaitu senyawa yang peka cahaya.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Film Frame Counter</span> : Penghitung jumlah bingkai film. Pendeteksi berangka yang menunjukkan jumlah film yang sudah terpakai.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Film transparency</span> : Slide warna atau color reversal film, yaitu film positif yang biasa digunakan<br />
untuk keperluan iklan, pers, dll. Tujuannya adalah mendapatkan ketajaman dan warna gambar yang baik.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Filter</span> : Penyaring dalam bentuk kaca (atau bahan lain yang tembus cahaya) yang mempunyai ketebalan rata; dipasang pada ujung tabung lensa.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Fix Lens</span> : Lensa fix, yaitu lensa yang memiliki panjang fokus (titik api) tunggal, sudut pandangnya tetap.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Flash</span> : Lampu kilat, yaitu jenis lampu buatan yang mampu menyediakan cahaya yang bisa	  dikendalikan.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Flash exposure compensation</span> : Kompensasi pencahayaan lampu kilat, yaitu cara membuat alternatif pencahayaan lebih atau kurang dengan menggunakan lampu kilat.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Focus ring</span> : Titik api atau pertemuan berkas sinar/cahaya melalui lensa setelah berbias atau dipantulkan.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">FPS</span> : singkatan dari frame persecond, yaitu satuan pengambilan gambar dalam gambar per detik.</p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">GN</span> : Singkatan dari guide number, yaitu kekuatan daya pancar cahaya lampu kilat yang merupakan perkalian antara jarak (dalm meter taau feet) dan diafragma. </span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">High angle</span> : pandangan tinggi. artinya, pemotret berada pada posisi yang lebih tinggi dari objek foto.</span></p>
<p><span style="font-weight:bold;">High-Key photo</span> : sebutan untuk suatu foto yang didominasi nuansa putih.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">High light</span> : bagian-bagian yang terang pada sebuah foto karena pantulan sinar.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Honeycomb</span> : Perangkat atau alat tambahan berbentuk seperti sarang tawon.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Hot shoe</span> : sepatu panas. terdapat pada bagian atas kamera, berfungsi untuk memasang lampu kilat elektronik.</p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">Image</span> : gambar yang terbentuk pada film atau pada tirai pengamat.</span></p>
<p><span style="font-weight:bold;">Incident light metering</span> : Pengukuran cahaya jatuh, yaitu mengukur kuat cahaya yang menerangi objek.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Infinity</span> : jarak tak terhingga dengan tanda pada skala jarak.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Infrared</span> : inframerah, yaitu sinar merah diluar spektrum.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">ISO</span> : singkatan dari international standart organization, yaitu badan yang berwenang memberikan standar untuk kategori film yang digunakan didunia fotografi.</p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">JIS</span> : singkatan dari japan industrial standart, yaitu ukuran kepekaan film, seperti asa digunakan di Jepang. </span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">Lens</span> : Lensa, yaitu alat yang terdiri dari beberapa cermin yang mengubah benda menjadi bayangan yang bersifat terbalik, diperkecil, dan nyata.</span></p>
<p><span style="font-weight:bold;">Lens Hood</span> : Tudung lensa yang digunakan untuk menutupi elemen lensa terdepan dari cahaya yang masuk secara frontal. Cahya seperti ini akan menimbulkan efek flare (bintik cahaya putih) pada foto.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Light contrast</span> : Kontras cahaya, yaitu tingkat kepekaan cahaya yang dihasilkan oleh suatu sumber cahaya. Hal yang paling mempengaruhi kontras cahaya adalah besar kecilnya sumber cahya.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Light meter</span> : Pengukur kekuatan sinar. Biasa dipakai dalam pemotretan untuk menentukan besar diafragma atau kecepatan pada suatu kondisi pencahayaan.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Long Shot</span> : Sudut pandang yang lebar yang memberi perhatian lebih pada objek pemotretan dengan cara memisahkannya dari latar belakang yang mungkin mengganggu.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Low angle</span> : Pandangan rendah, yaitu sudut pandang dalam pemotretan dengan kedudukan pemotret lebih rendah dari objek pemotretan. Menghasilkan gambar seolah-olah objek lebih tinggi dari aslinya.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">LT</span> : Long time Exposure, sama dengan pencahayaan panjang misalnya 2 detik atau lebih.</p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">Macro</span> : Makro. Pengertian makro dalam fotografi adalah saran untuk pemotretan jarak dekat. Fotografi makro akan menghasilkan rekaman objek(pada film) yang sama besar dengan objek aslinya (1:1), atau paling tidak setengah besar objek aslinya (1:2). Namun, lensa zoom yang mempunyai fasilitas menghasilkan rekaman objek seperempat besar benda aslinya (1:4) juga sudah bisa dikatakan makro.</span></p>
<p><span style="font-weight:bold;">Macro Lens</span> : Lensa makro, yaitu lensa yang digunakan untuk memotret objek berukuran kecil atau pemotretan jarak dekat (mendekatkan objek). Umumnya dipakai untuk keperluan reproduksi karena dapat memberikan kualitas prima dan minim distorsi.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Magnification</span> :	Pembesaran. Diukur dari gambar film dengan perbandingan ukuran asli objek.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Main light</span> : Sinar utama dalam pemotretan yang biasanya berasal dari depan objek. Biasanya digunakan untuk memunculkan bentuk atau wajah objek.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Medium format camera</span> : Kamera format medium, yaitu jenis kamera SLR yang menggunakan jenis film 120 mm. Dibandingkan dengan kamera format kecil, kamera ini mempunyai keunggulan dalam pembesaran cetakan.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Medium shoot</span> : Pandangan yang lebih mengarah kepada suatu tema pokok dengan latar belakang yang agak dihindari. Bisa digunakan untuk pemotretan berobjek orang, kira2 sebatas pinggul keatas.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Metering</span> : Pola pengukuran cahaya yang biasanya terbagi dalam 3 kategori : center weight, evaluative/matrix dan spot</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Metering center weight</span> : Pola pengukuran cahaya menggunakan 60 persen daerah tengah gambar</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Metering matrix</span> : Pola pengukuran cahaya berdasarkan segmen-segmen dan persentase tertentu</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Metering spot</span> :	Pola pengukuran cahaya yang menggunakan satu titik tertentu yang terpusat.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">MF</span> : singkatan dari manual focus, yaitu cara penajaman atau pemfokusan yang dilakukan secara manual.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Microphotography</span> : Fotografi yang menggunakan film berukuran kecil, dengan bantuan mikroskop.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Monopod</span> : sandaran atau penyangga kamera berkaki satu. Berfungsi membantu menahan kegoyangan. Sering pula disebut “unipod”</p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">ND Filter</span> : Filter ND, yaitu filter yang berfungsi menurunkan kekuatan sinar sebanyak 2 sampai 8 kali.</span></p>
<p><span style="font-weight:bold;">Nebula Filter</span> :	Filter yang menghasilkan gambar dengan efek pancaran sinar radial yang berpelangi.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Non-reflex camera</span> : kamera non refleks yang tidak menggunakan cermin putar. Contohnya adalah kamera kompak atau kamera langsung jadi (Polaroid)</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Normal lens</span> : Lensa berukuran normal berfokus panjang, 50 mm atau 55 mm, untuk film berukuran 35 mm. Sudut pandangnya sama dengan sudut pandang mata manusia.</p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">Obscura</span> : Cikal bakal kamera zaman sekarang. Prinsipnya dalam sebuah kamar gelap yang tertutup lubang (pin hole). Jika kamera obscura dihadapkan ke benda yang diterangi cahaya, sebuah gambar proyeksi terbalik dari benda tersebut akan tampak pada dinding yang berhadapan dengan lubang.</span></p>
<p><span style="font-weight:bold;">Optical Sharpness</span> : ketajaman optis, yaitu suatu ketajaman yang dapat dicapai karena lensa berkualitas baik.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Optik</span> : berkenaan dengan penglihatan (cahaya, lensa, dsb)</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Overexposure</span> : kelebihan pencahayaan. Bagian shadow tampak pekat (tanpa detail) sehingga negative tampak hitam total. Bila kepekatan bagian ini melampaui batas, hasil cetak foto akan menjadi abu2; bagian high akan menjadi putih.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Overhead lighting</span> : sinar dari atas. Lampu atau penyinaran yang dibuat untuk menyinari objek dari atas.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Override</span> : Penyimpangan dari pengaturan otomatis. Tujuannya agar pemotret dapat mengatur kamera secara manual.</p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">POLARIZING</span></span><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;"> COLOR FILTER</span>:Filter yang terdiri dari selembar polarisator kelabu dan polarisator warna, terdapat berbagai kombinasi warna sehingga dapat digunakan untuk efek-efek tertentu.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">POLARIZING</span></span><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;"> CONVERSION FILTER</span>:Filter terdiri dari selembar polarisator dengan filter konversi warna (85B). Biasanya juga digunakan untuk jenis kamera kine, sehingga memungkinkan film tungsten digunakan untuk cerah hari dan mempunyai efek seperti filter polarisasi.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">POLARIZING FIDER FILTER</span>:Filter yang terdiri dari dua filter PL linier yang digabung menjadi satu. Jumlah filter yang masuk dapat diatur dengan memutar gelang filter.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">POLARIZING CIRCULAR FILTER</span>:Filter yang dibuat dari lembaran polarisator linier dan keeping quarter wave retardation, dilapi di antara dua gelang filter. Efeknya sama dengan filter polarisasi, biasanya digunakan untuk kamera kine.<br />
<strong></strong></span></p>
<p><span class="postbody"><strong>POLARIZING FILTER</strong>:Filter polarisasi, dipakai untuk menghilangkan refleksi dari segala permukaan yang mengkilap. Filter ini terdiri dari dua bagian, bagian yang satu dengan lain dapat diputar-putar untukmendapatkan sudut paling ideal menghilangkan refleksi, menambah saturasi warna dan menembus kabut atmosfer. Juga berguna untuk membirukan langit.</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">POP UP FLASH</span>:Lampu kilat kecil terbuat atau menyatu dengan kamera.</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">RAINBOW FANTASI FILTER</span>:Filter dengan inti bulatan normal dan sisanya berisi prisma. Tiap-tiap berkas sinar akan bertepi pelangi.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">RANA</span>:Adalah tirai yang menggantikan fungsi penutup manual di bagian depan lensa, besar kecilnya dapat diatur sesuai kebutuhan.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">RANA CELAH</span>:Rana celah vertical dan horizontal dan terletak pada kamera. Yang vertial menutup secara vertikal dan yang horizontal menutup secara horizontal.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">RANA PUSAT</span>:Rana yang terletak pada lensa, berdampingan dengan diafragma. Menutupnya dengan cara memusat.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">RELEASE CABLE</span>:Kabel penghubung dengan shutter sehingga memungkin pemotret menekan shutter dari jarak beberapa meter dari kamera.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">RELOADABLE TO LAST FRAMER</span>:Fasilitas untuk mengembalikan film yang telah digulung di tengah posisi terakhir yang terpakai.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">REMBRANDT LIGHTING</span>:Cahaya yang berasal dari jendela atau sering juga disebut window lighting. Cahaya yang datang dari sudut 45 derajat. Pencahayaan tersebut berasal dari nama pelukis Belanda Rembrandt.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">REMOTE</span>:Alat yang memungkinkan fotografer melakukan penekanan shutter dari jarak jauh dengan penghubung arus tanpa kabel.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">RESOLUTION</span> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> aya pisah. Suatu sifat lensa yang berdaya urai dengan kemampuan menyajikan detail kehalusan gambar sesudah film dikembangkan (diproses).<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">RETINA</span>:Selaput peka sinar dari mata atau salah satu merek kamera keluaran kamera.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">RETOUCH</span>:Mengubah, sifatnya memperbaiki atau menambah warna dengan menggunakan tangan atau kuas, atau juga pada masa ini dengan komputer seperti melukis sehingga menghasilkan gambar yang baik dan tanpa cacat seperti sebelumnya.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">REVERSE ADAPTER</span>:Suatu alat penyambung yang digunakan untuk memotret saat menggunakan lensa kamera yang dibalik sehingga elemen belakang lensa menghadap ke objek. Dengan alat ini menjadikan kita dapat menggunakan lensa biasa untuk membuat pemotretan makro dengan hasil yang cukup baik.</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">SECOND CURTAIN SYNC</span>:Fasilitas untuk menyalakan lampu-kilat sesaat sebelum rana menutup.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">SELF ADJUSTING</span> <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> enyesuaian (diri).<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">SELF TIMER</span> <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> enangguh waktu. Sebuah tuas yang digunakan untuk keperluan memperlambat membukanya rana kamera sekalipun tombol pelepas kamera telah ditekan. Biasanya digunakan untuk memotret diri sendiri. Penangguhan waktunya umumnya berkisar 10 detik.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">SENSE OF DESIGN</span> <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> erasaan atas komposisi. Estetika dalam nirmana datar warna.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">SEPIA TONER</span> <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ewarna coklat/sawo.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">SEQUENCE</span>:Sekuen. Satu seri dari beberapa jepretan (shot) yang meliputi suatu kejadian yang sama. Setiap jepretan hanya berbeda dalam hitungan detik.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">SHADE</span>:Teduh, bayangan yang tak berbentuk.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">SHADOW</span>:Bidang gelap/hitam atau bayangan pada sebuah foto yang berbentuk objek yang membayang.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">SHAPE</span>:Bidang, suatu bentuk dalam aspek dua dimensi yang terjadi tidak hanya oleh karena adanya kesan garis, baik berupa segi tiga, lingkaran, elips, dll. Namun selain itu bisa juga dibentuk oleh suatu bidang warna karena adanya suatu kesan bentuk tiga dimensi yang mempunyai volume.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">SHARPNESS</span>:Ketajaman film, yaitu suatu kemampuan film untuk merekam setiap garis dari pandangan yang dipotret dengan ketajaman yang baik. Ketajaman ini ditentukan dengan jumlah garis per milimeter.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">SIDE LIGHT</span>:Cahaya dari samping, yaitu cahaya yang berasal dari arah samping objek, baik kiri atau kanan dan dapat ditempatkan pada sudut 45 atau 90 derajat. Pencahayaan seperti ini menghasilkan foto dengan efek yang menonjol permukaan atau objek fotonya serta terciptanya kesan tiga dimensional. Umumnya digunakan untuk menampilkan foto-foto yang berkarakter, misalnya foto potret (portrait).<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">SIDE LIGHTING</span>:Sinar dalam pemotretan yang datangnya dari arah samping kanan atau kiri &#8211; 90 derajat dihitung dari sudut pandang kamera. Arah datangnya sinar seperti ini akan menghasilkan foto dengan detail dan tekstur dari benda dengan baik. Bayangan yang dihasilkan akan menampakkan bentuk benda dengan lebih menarik dengan separo dari muka terang dan separo lagi gelap.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">SINGLE LENS REFLECT</span>:Refleks lensa tunggal (RLT), adalah kamera yang memiliki satu lensa untuk membidik yang menggunakan cermin dan prisma. Lensanya berfungsi untuk meneruskan bayangan objek ke pembidik dan meneruskannya ke film. Apa yang terlihat pada jendela pengamat sama seperti apa yang terjadi pada film atau fotonya.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">SINGLE POINT READING</span>:Suatu pembacaan pengukuran dalam pencahayaan yang dilakukan hanya pada satu titik atau bagian tertentu yang terpenting dari sebuah objek foto.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">SINGLE SERVO AUTOFOCUS (S)</span>:Sandi saat Anda membidikkan suatu objek dan tombol rana telah tertekan separo, maka jarak antara kamera dengan objek terkunci hingga tombol dilanjutkan ditekan hingga terekam satu bidikan.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">SKALA</span> <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> erbandingan objek utama dengan objek-objek lain dalam gambar.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">SLAVE UNIT</span>:Mata listrik yang menyalakan lampu-kilat karena pulsa yang dihasilkan oleh menyalanya lampu-kilat lain.</span></p>
<p><span style="font-weight:bold;">SMALL FORMAT CAMERA</span>:Kamera format kecil yaitu kamera jenis SLR (Single Lens Reflect) yang menggunakan film berukuran 35 mm namun fleksibel dan enak dipegang serta ringan. Karena itu kamera seperti ini yang paling banyak digunakan oleh para fotografer. Jenis maupun ukuran filmnya sangat mudah didapat juga proses filmnya terutama bagi yang menggunakan film jenis negatif. Namun kekurangannya, untuk hasil pencetakan besar, maksimal hanya seukuran majalah.</p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">SNAPSHOT</span>:Bidikan spontan, tanpa modelnya diatur terlebih dahulu. Cara ini umumnya digunakan untuk membuat foto human interest, sehingga menghasilkan foto yang apa adanya dan tampak alami tak terkesan dibuat-buat.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">SNOOT</span>:Suatu alat berbentuk kerucut yang berlubang pada ujungnya dan digunakan untuk memperkecil penyebaran cahaya dari lampu kilat studio. Umumnya menghasilkan cahaya yang tampak membulat bila diproyeksikan pada bidang datar.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">SNOW CROSS, STAR SIX FILTER</span>:Sebuah kaca bening dengan goresan-goresan yang saling bersilangan yang membentuk bintang-bintang berekor enam dari tiap-tiap titik sinar.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">SOCKET</span>:Lubang tempat memasukkan kabel sinkron yang menghubungkan lampu kilat dengan penutup.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">SOFT SCREEN (LENS)</span>:Lensa yang berguna untuk menghindari kontras sehingga hasil gambar terkesan seolah-olah agak kabur dengan sisi-sisi yang tak tampak ketegasan batasnya.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">SOFT FOCUS LENS</span>:Lensa yang berdaya lukis lembut.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">SOFT SPOT FILTER</span>:Filter berciri seperti soft screen namun menghasilkan gambar yang berbeda.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">SOFT TONE FILTER</span>:Filter yang bertujuan untuk membuat gambar pemandangan lunak tanpa menurunkan ketajaman dan mengubah warna, juga tidak mengubah bentuk. Kontras pun menjadi lembut tanpa mengaburkan pandangan.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">SOLARISASI</span> <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> roses pembuatan foto dengan cara memberi penyinaran dua kali pada kertas foto atau film dan memasukkannya ke dalam larutan pengembang. Di tengah-tengah gambar terbentuk dilakukan penyinaran dengan cahaya putih sekali lagi dan meneruskan pengembangannya.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">SONAR AUTOFOCUS</span>:Sistem otofokus yang bekerja berdasarkan perjalanan bolak-balik suara sonar &#8211; dari kamera ke objek kembali ke kamera.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">SPECIAL EFFECT</span>:Efek khusus dengan menggunakan teknik tertentu.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">SPECIAL EFFECT FILTER</span>:Filter (penyaring) spesial efek yang pada dasarnya bukan filter karena fungsinya tidak menyaring sesuatu melainkan mengubah pandangan guna mencapai hasil yang menyimpang dari pemotretan biasa.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">SPECIAL LENS</span>:Lensa spesial yang digunakan secara khusus untuk keperluan khusus. Misalnya fish eye lens (lensa mata ikan &#8211; 180 derajat). yang pada dasarnya bukan filter karena fungsinya tidak menyaring sesuatu melainkan mengubah pandangan guna mencapai hasil yang menyimpang dari pemotretan biasa.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">SPECIAL PURPOSE LENS</span>:Lensa tujuan khusus yang didesain dan diciptakan untuk tujuan penghasilan gambar khusus yang biasanya susah dilakukan dengan lensa biasa.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">SPECIAL FILTER</span>:Sekeping plastik terang berisi ribuan prisma lembut yang mengubah tiap-tiap titik sinar menjadi bintang pelangi dan berkas sinar bertepi pelangi. Sinar yang kuat membentuk bintang dengan berkas-berkas pelangi tebal.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">SPECTRUM</span>:Berkas sinar yang terlihat oelh mata, terpecahkan oleh pembiasan prisma dalam warna-warni.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">SPEEDLIGHT</span>:Lampu-kilat yang mempunyai kecepatan menyala tinggi atau cepat.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">SPEEDO SOLARISASI</span>:Suatu teknik kamar gelap versi lain dari tehnik solarisasi (efek sabattier) pada film ortholith yang akan memberikan suatu efek gerakan yang cepat (speedo).<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">STEREO CAMERA</span>:Kamera berlensa dua yang menghasilkan dua foto sekaligus. Dua foto itu harus diamati dengan alat bantu atau stereo-viewer untuk mendapatkan efek kedalaman seperti saat difoto.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">STILL LIFE</span>:Berarti lukisan atau pemotretan benda mati. Fotografi yang khusus menempatkan benda-benda kecil buatan manusia sebagai objeknya.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">STOP</span>:Satuan yang menunjukkan pergeseran nilai bukaan diafragma atau kecepatan rana dari suatu nilai ke nilai yang lain, naik atau turun. Misalnya dari diafragma f:16 ke f:22 atau dari kecepatan 1/125 detik ke 1/250 detik.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">STOP BATH</span>:Cairan penyetop. Larutan penyetop untuk menghentikan atau menahan seketika pengembang (developer) pada film atau kertas foto. Selain berguna untuk menghentikan proses yang terjadi, stop bath juga berfungsi sebagai larutan fixer yang membuat film dan cetakan foto lebih tahan lama.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">STRIPPING FILM</span>:Film yang dapat dipisahkan dari dasar seluloidnya.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">STROBO</span>:Lampu dengan kemampuan menyorot bertubi-tubi dengan selang waktu singkat.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">SUBTRACTIVE</span>:Sistem penyusunan balans warna dengan mengurangi unsure warna, suatu kebalikan dari additive atau menambahkan.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">SUPER WIDE LENS</span>:Lensa bersudut super lebar yang biasa digunakan untuk pemotretan arsitektur, interior, eksterior, pemandangan, dll. Misalnya lensa 15 mm, 17 mm.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">SYNC CORD TERMINAL</span>:Terminal sinkronisasi lampu-kilat; soket untuk memasang kabel tambahan yang dihubungkan dengan lampu-kilat.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">SYNC SHUTTER SPEED</span>:Kecepatan rana yang sinkron dengan lampu kilat. </span></p>
<p><span class="postbody"> <span style="font-weight:bold;">S</span><span style="font-weight:bold;">YNCRO</span>:Saklar otomatis. Dengan menggunakan saklar ini pada lampu kilat maka bila ada kilatan cahaya lampu kilat lain akan mengakibatkan menyalanya lampu kilat yang terpasang syncro.</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">TABLE-STAND</span>:Kaki tiga (tripod) kecil. Sandaran kamera yang membantu menahan goyang yang dipakai di atas meja.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">TEXTURE</span>:Tekstur, sifat permukaan atau sifat bahan., merupakan elemen seni visual yang sangat penting karena mampu memberi kesan “rasa” seperti halus, kasar, mengkilat, dll.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">TELE CONVERTER</span>:Lensa tambahan yang dipasang di antara lensa asli dan tubuh kamera, yang dapat mengubah lensa normal menjadi tele dan lensa tele menjadi tele panjang. Umumnya kelipatannya dua atau tiga kali jarak fokus lensa asal.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">TELE LENS</span>:Lensa tele yang digunakan untuk memperbesar objek yang akan difoto. Lensa ini dapat digunakan untuk memperoleh ruang tajam yang pendek. Khusus untuk pemotretan potret (portrait) penggunaan lensa seperti ini akan menghasilkan perspektif wajah yang mendekati aslinya. Misalnya: lensa 85 mm, lensa 135 mm, lensa 200 mm, dll.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">TELEPHOTO LENS</span>:Lensa telefoto, lensa yang mempunyai fokus panjang. Pembuatan bayangan (image) pada lensa telefoto lebih pendek bila dibandingkan dengan lensa lain.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">TELEPHOTO MEDIUM</span>:Telefoto menengah, jenis lensa telefoto yang mempunyai panjang antara 75 &#8211; 135 mm.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">TEST STRIP</span>:Suatu cara untuk mendapatkan hasil cetakan yang baik (normal) yang dilakukan dengan cara membuat pencahayaan bertingkat pada saat mencetak sebelum mencetak sesungguhnya.<br />
<span style="font-weight:bold;">TILT HEAD</span>:Kemampuan kepala lampu-kilat untuk dapat diputar. Fungsinya untuk mendapatkan efek pencahayaan yang lembut dengan cara memantulkan terlebih dahulu cahaya yang keluar dari lampu-kilat. Kuatnya cahaya yang jatuh ke objek sangat bergantung pada permukaan pemantul, warna dan jaraknya.<br />
<span style="font-weight:bold;">TIMER SWITCH</span> <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> engukur waktu yang akan memutuskan aliran listrik pada akhir hitungan yang telah ditentukan.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">Top Light</span>:Cahaya (dari) atas. Cahaya yang berasal dari atas objek. Biasanya digunakan untuk menerangi bagian atas kepala model yang akan difoto. Arah cahaya juga dapat menampilkan detail benda.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">Transparan</span>:Tembus pandang ialah permukaan suatu benda yang tidak menghambat pandangan untuk melihat benda di belakangnya. Kaca dan plastik misalnya bersifat tembus pandang.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">Translusen</span>:Tembus sinar. Namun kita tidak biasa melihat benda yang berada di belakang benda yang translusen tersebut. Misalnya kaca es, kaca buram, kaca susu, plastik suram, dsb.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">Transparancy</span>:Transparan, gambar tembus, slide atau film positif.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">Tripod</span>:Kaki-tiga. Suatu alat yang digunakan untuk menyangga kamera yang berbentuk kaki-tiga, yang dapat dipanjangkan dan dipendekkan sesuai keinginan (terbatas). Biasa digunakan untuk membantu mengatasi goyang saat melakukan pemotretan yang menggunakan lensa telefoto, atau yang menggunakan kecepatan rendah sehingga kedudukan kameranya tetap stabil dan pemotretan terhindar dari goyang.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">Tripod Socket</span>:Tempat (ulir) untuk tripod. Suatu bagian di kamera, biasanya berlubang dengan ulir di dalamnya, yang berguna untuk tempat memasang tripod atau kaki-tiga kamera.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">TTL</span>:Singkatan dari Through the Lens Metering. Sistem pengukuran cahaya melalui lensa. Biasa juga disebut OTF (Off the Film Metering). Kamera harus terisi film untuk mendapatkan pengukuran yang akurat. Atau dengan cara lain yaitu menggantikannya dengan kertas buram yang diletakkan pada jendela lintas film yang harus menutupi seluruh jendela tersebut. Jika tidak maka akan mendapatkan kalkulasi pengukuran yang salah karena sensor di dalam kamera akan membaca pelat hitam penekan film.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">Tungsten Film</span>:Film yang khusus diperuntukkan bagi pemotretan yang dilakukan dengan cahaya buatan dengan lampu biasa atau photo-flood, namun juga tetap dapat dipakai untuk pemotretan di bawah cahaya alami.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">Twin Lens Reflex</span>:Refleks Lensa Kembar. Kamera yang mempunyai dua lensa. Satu lensa berfungsi untuk menangkap objek yang dipantulkan oleh cermin melalui jendela pembidik, satu lensa berfungsi untuk menangkap objek untuk diteruskan ke film. Menggunakan jenis kamera seperti ini harus ekstra hati-hati karena sering terjadi kesalahan yang disebut paralaks pada pemotretan jarak dekat.</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">VARIO FOCAL LENS</span>:Lensa zoom. Lensa yang mempunyai panjang focus yang dapat diubah-ubah atau dapat bergeser. Misalnya: lensa 20-35 mm, lensa 35-70 mm, lensa 80-200 mm, dsb.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">VARIO LENS</span>:Lensa vario atau sering disebut sebagai lensa zoom. Yaitu sebuah lensa yang memiliki jangkauan panjang focus yang bervariasi atau dapat diubah-ubah. Dengan demikian memudahkan pemotret memilih berbagai ruang pandang hanya dengan menarik-ulur lensa atau memutarnya.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">VERTICAL GRIP</span>:Alat pelepas rana untuk pengambilan gambar secara vertikal tanpa harus memutar tangan.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">VIEW CAMERA</span>:Kamera yang menggunakan film format besar dan digunakan untuk keperluan pemotretan yang memerlukan detail tajam pada pencetakan hasil foto yang besar-besar umumnya digunakan di dalam studio untuk pemotretan still life karena dapat menyempurnakan perspektif serta menambah ruang tajam. Detail gambar dapat ditampilkan secara sempurna.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">VIEW FINDER</span>:Jendela bidik. Bagian dari kamera yang berfungsi sebagai tempat mata melihat bayangan benda yang akan diabadikan.</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">WAIST LEVEL FINDER</span> <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> embidik sebatas pinggang.</span></p>
<p><span style="font-weight:bold;">WARM TONE</span>:Bernada warna hangat. Suatu warna yang terasakan tidak terlampau menyilaukan mata, atau berwarna ke arah cokelat gelap ke arah hitam pekat.</p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">WATT/SECOND (W/S)</span>:Satuan daya pada lampu kilat studio yang dibedakan dengan lampu kilat portable yang menggunakan GN. Tidak ada rumusan relevansi antara W/S dan GN, tapi 100 W/S hampir sebanding dengan GN = 30.</span></p>
<p><span style="font-weight:bold;">WIDE ANGLE LENS</span>:Lensa sudut lebar, misalnya lensa 20 mm atau 24 mm. Jenis lensa dengan tubuh pendek yang biasa digunakan untuk memotret sebuah panorama luas atau untuk pemotretan sejumlah besar orang. Lensa ini menampakkan gambar yang lebih kecil.</p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">WIDE SHOT</span> <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> emotretan dengan sudut pandang lebar. Biasanya merupakan satu jepretan panjang diawal suatu sekuen. Tujuannya untuk mengarahkan penonton pada adegan berikutnya pada gambar hidup (movie).<br />
<span style="font-weight:bold;">WIRELESS TTL</span>:Sistem pengukuran lewat lensa tanpa melalui kabel.</span></p>
<p><span style="font-weight:bold;">WORM EYE</span> <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> andangan cacing. Berarti memotret dari sudut pandang permukaan tanah. Hasilnya adalah rekaman foto dengan kesan tinggi yang ekstrim, hasil gambarnya pun unik karena sudut pandang seperti itu.</p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">ZONE SYSTE</span>:Suatu cara untuk menghasilkan foto dengan tingkat kontras yang dimulai dari nada hitam pekat hingga nada warna putih sekali.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">ZOOM LENS</span>:Lensa zoom. Jenis lensa yang memiliki elemen yang mampu bergerak hingga membuat panjang fokal bervariasi. Panjang focus dapat diganti-ganti dengan memendekkan atau mengulur tabung lensa.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">ZOOM-BLUR</span>:Kekaburan gambar yang disebabkan oleh gerakan zoom pada waktu melepas rana kamera.<br />
</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="font-weight:bold;">ZOOMING RING</span>:Gelang batas rentang vario pada lensa zoom.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniaiman.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniaiman.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniaiman.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniaiman.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniaiman.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniaiman.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniaiman.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniaiman.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniaiman.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniaiman.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniaiman.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniaiman.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniaiman.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniaiman.wordpress.com/109/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniaiman.wordpress.com&amp;blog=2300447&amp;post=109&amp;subd=duniaiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniaiman.wordpress.com/2008/12/02/teknik-dasar-fotografi-digital-bag-3-terminologi-fotografi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0345748f690f3ac53a7f6d3f969803e9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">imanfunky</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teknik Dasar Fotografi Digital (bag 2) : Aperture dan ISO</title>
		<link>http://duniaiman.wordpress.com/2008/12/02/teknik-dasar-fotografi-digital-bag-2-aperture-dan-iso/</link>
		<comments>http://duniaiman.wordpress.com/2008/12/02/teknik-dasar-fotografi-digital-bag-2-aperture-dan-iso/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2008 17:20:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imanfunky</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Fotografi Digital]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniaiman.wordpress.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[Bagian 2 &#8211; Aperture Setelah membahas Shutter Speed pada bagian pertama artikel ini, Elemen lain yg tidak kalah penting dalam fotografi adalah Aperture, Aperture Adalah ukuran bukaan lensa yang berfungsi memasukkan dan meneruskan cahaya ke film atau sensor. ukuran besar kecilnya diatur melalui diafragma. Pada kamera umumnya tertera 2,8; 4; 5,6 dst. angka2 tersebut dikenal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniaiman.wordpress.com&amp;blog=2300447&amp;post=104&amp;subd=duniaiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:100%;"><span style="font-size:130%;color:#999999;"><span style="font-family:verdana;">Bagian 2 &#8211; Aperture</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:verdana;">Setelah membahas Shutter Speed pada bagian pertama artikel ini, Elemen lain yg tidak kalah penting dalam fotografi adalah Aperture, Aperture Adalah ukuran bukaan lensa yang berfungsi memasukkan dan meneruskan cahaya ke film atau sensor. ukuran besar kecilnya diatur melalui diafragma. Pada kamera umumnya tertera 2,8; 4; 5,6 dst. angka2 tersebut dikenal sebagai f-number, jadi disebut aperture (bukaan) f/2,8; f/4; f/5,6 dst. Semakin besar aperture semakin kecil f-numbernya dan semakin kecil pula diameter bukaannya, jadi f/16 lebih kecil diameternya daripada f/5,6</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;">Cara kerja aperture mirip pupil pada mata manusia, semakin banyak cahaya yang masuk, semakin kecil diameter pupil, begitu pula sebaliknya. Aperture sangat berhubungan dengan ruang tajam atau depth of field, semakin besar f-number, misal f/22, rentang ketajaman akan semakin lebar. Artinya objek di belakang dan di depan fokus utama memiliki ketajaman yang baik. sebaliknya kita akan mendapatkan efek blur/buram untuk objekdi depan dan dibelakang fokus utama jika menggunakan f-number kecil, misal f/2,8</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;">Shutter speed dan aperture harus bersinergi untuk mendapatkan exposure yang tepat. Peranan ISO juga penting, semakin tinggi ISO yang digunakan, maka kepekaan terhadap cahaya pun makin besar, sehingga pada pencahayaan kurang pun, shutter speed maupun aperture masih dapat digunakan secara maksimal. Tapi perlu diingat, semakin tinggi ISO yang digunakan, akan semakin tinggi tingkat noise ataupun grain yang dihasilkan</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;">Untuk mengetahui apakah exposure sudah tepat atau belum, pada kamera digital ato konvensional tersedia fasilitas metering. Sehingga terjadinya over exposure (kelebihan pencahayaan) atau under exposure (kekurangan pencahayaan) dapat diminimalkan.</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;">Setelah teknik dasar dapat dikuasai, berikutnya yg dibutuhkan adalah jam terbang, karena seni fotografi identik dengan momen, dan momen yg baik tidak mudah terulang, kepiawaian menentukan komposisi dan sudut ambil gambar dapat berkembang seiring jam terbang, kemudian perbanyak referensi dari, buku, internet, maupun sumber2 lain.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniaiman.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniaiman.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniaiman.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniaiman.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniaiman.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniaiman.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniaiman.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniaiman.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniaiman.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniaiman.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniaiman.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniaiman.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniaiman.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniaiman.wordpress.com/104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniaiman.wordpress.com&amp;blog=2300447&amp;post=104&amp;subd=duniaiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniaiman.wordpress.com/2008/12/02/teknik-dasar-fotografi-digital-bag-2-aperture-dan-iso/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0345748f690f3ac53a7f6d3f969803e9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">imanfunky</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teknik Dasar Fotografi Digital (bag 1)</title>
		<link>http://duniaiman.wordpress.com/2008/12/02/teknik-dasar-fotografi-digital-bag-1-shutter-speed/</link>
		<comments>http://duniaiman.wordpress.com/2008/12/02/teknik-dasar-fotografi-digital-bag-1-shutter-speed/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2008 17:01:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imanfunky</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar Fotografi Digital]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniaiman.wordpress.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[Bagian 1 &#8211; Shutter Speed Fotografi digital memudahkan kita memahami dunia fotografi, hasil jepretan langsung bisa di review melalui jendela LCD, sehingga kita bisa mengevaluasi hasil jepretan, karena data teknis yg berkaitan dengan Jepretan tadi terlihat dan terekam, berbeda dengan Fotografi Konvensional, dimana kita harus mencetaknya dulu baru dapat melihat, me-review dan mengevaluasi hasil jeperetan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniaiman.wordpress.com&amp;blog=2300447&amp;post=97&amp;subd=duniaiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:100%;font-family:verdana;"><span style="font-size:130%;color:#999999;">Bagian 1  &#8211;  Shutter Speed<br />
</span><br />
Fotografi digital memudahkan kita memahami dunia fotografi, hasil jepretan langsung bisa di review melalui jendela LCD, sehingga kita bisa mengevaluasi hasil jepretan, karena data teknis yg berkaitan dengan Jepretan tadi terlihat dan terekam, berbeda dengan Fotografi Konvensional, dimana kita harus mencetaknya dulu baru dapat melihat, me-review dan mengevaluasi hasil jeperetan, data teknis-nya pun kita harus mencatatnya terlebih dahulu, sehingga butuh banyak biaya dan waktu yg terbuang untuk bisa memperbaiki kemampuan fotografi kita</span></p>
<p>Seni Fotografi bisa diibaratkan sebagai melukis dengan cahaya, dalam hal ini kamera dan Lensa yang menggantikan peran kuas dan cat. Ada dua hal yg memegang peranan terpenting dalam kamera dan lensa, yaitu Shutter Speed dan Aperture</p>
<p>Shutter Speed adalah lamanya waktu yg diperlukan untuk menyinari sensor CMOS ato CCD pada kamera digital, dan Film pada kamera konvensional. Pada Kemera tertera angka-angka 250,125,60,30,15 dst. Ini berarti lamanya penyinaran adalah 1/250 detik, 1/125 detik, 1/60 detik, dst.</p>
<p>Semakin besar angkanya berarti semakin cepat waktu yg digunakan, hal ini akan menciptakan efek diam (freeze), misalnya kita akan memotret objek yg sedang bergerak, misal mobil, dengan efek diam, kita memerlukan setidaknya shutter speed diatas 1/125 detik</p>
<p>Sebaliknya bila kita akan memotret objek tersebut dengan efek bergerak, maka dibutuhkan shutter speed kurang dari 1/125 detik, sebaiknya dilakukan dengan cara mengikuti arah gerak objek, hal ini disebut teknik panning,</p>
<p>Dua hal diatas tergantung juga dari kecepatan objek tersebut bergerak, semakin cepat objek bergerak, berarti semakin tinggi shutter speed yg dibutuhkan agar memperoleh efek diam atau bergerak yang kita inginkan, Perlu diperhatikan, semakin rendah shutter speed, akan mengakibatkan semakin besar juga kemungkinan terjadinya camera shaking, yg akan mengakibatkan hasil jepretan menjadi goyang dan tidak tajam</p>
<p>Agar aman, gunakan shutter speed diatas 30 atau 1/30 detik, kalo memang menginginkan shutter speed lebih rendah, misal 1/15 detik, 1/8 detik ato yg lebih rendah, gunakan gunakan penyangga ato tripod</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniaiman.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniaiman.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniaiman.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniaiman.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniaiman.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniaiman.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniaiman.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniaiman.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniaiman.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniaiman.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniaiman.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniaiman.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniaiman.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniaiman.wordpress.com/97/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniaiman.wordpress.com&amp;blog=2300447&amp;post=97&amp;subd=duniaiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniaiman.wordpress.com/2008/12/02/teknik-dasar-fotografi-digital-bag-1-shutter-speed/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0345748f690f3ac53a7f6d3f969803e9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">imanfunky</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Storyboard &amp; Storyline</title>
		<link>http://duniaiman.wordpress.com/2007/12/18/storyboard-storyline/</link>
		<comments>http://duniaiman.wordpress.com/2007/12/18/storyboard-storyline/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Dec 2007 18:39:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imanfunky</dc:creator>
				<category><![CDATA[All About Video and Motion Graphic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniaiman.wordpress.com/2007/12/18/storyboard-storyline/</guid>
		<description><![CDATA[Storyboard adalah naskah yang dituangkan dalam bentuk gambar nyata. Storyboard merupakan serangkaian sketsa (gambar kartun) dibuat persegi panjang yang menggambarkan suatu urutan (alur cerita) elemen-elemen yang diusulkan untuk aplikasi Multimedia. Untuk membuat sebuah storyboard, kita harus mengisi masing-masing form untuk masing-masing tampilan dalam aplikasi multimedia. Yang di dalam frame merupakan sketsa rancangan elemen yang akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniaiman.wordpress.com&amp;blog=2300447&amp;post=51&amp;subd=duniaiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Arial,Arial;">Storyboard</span></em><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Arial,Arial;"> adalah naskah yang dituangkan dalam bentuk gambar nyata. </span><em><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Arial,Arial;">Storyboard </span></em><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Arial,Arial;">merupakan serangkaian sketsa (gambar kartun) dibuat persegi panjang yang menggambarkan suatu urutan (alur cerita) elemen-elemen yang diusulkan untuk aplikasi Multimedia. </span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Arial,Arial;">Untuk membuat sebuah <em>storyboard</em>, kita harus mengisi masing-masing <em>form</em> untuk masing-masing tampilan dalam aplikasi multimedia. Yang di dalam <em>frame</em> merupakan sketsa rancangan elemen yang akan muncul dalam tampilan multimedia. Di ruang yang terletak di bawah <em>frame</em>, terdapat komentar-komentar kegunaan dan fungsi dari tampilan.</span></p>
<p><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Arial,Arial;">Storyline merupakan sebuah naskah cerita dalam bentuk teks. Merancang naskah merupakan spesifikasi lengkap dari teks dan narasi dalam aplikasi multimedia. Dalam merancang naskah, analis menetapkan dialog dan urutan elemen-elemen secara rinci.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/duniaiman.wordpress.com/51/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/duniaiman.wordpress.com/51/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniaiman.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniaiman.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniaiman.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniaiman.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniaiman.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniaiman.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniaiman.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniaiman.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniaiman.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniaiman.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniaiman.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniaiman.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniaiman.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniaiman.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniaiman.wordpress.com&amp;blog=2300447&amp;post=51&amp;subd=duniaiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniaiman.wordpress.com/2007/12/18/storyboard-storyline/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0345748f690f3ac53a7f6d3f969803e9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">imanfunky</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teori Dasar Kompresi Video</title>
		<link>http://duniaiman.wordpress.com/2007/12/18/teori-dasar-kompresi-video/</link>
		<comments>http://duniaiman.wordpress.com/2007/12/18/teori-dasar-kompresi-video/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Dec 2007 18:19:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imanfunky</dc:creator>
				<category><![CDATA[All About Video and Motion Graphic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniaiman.wordpress.com/2007/12/18/teori-dasar-kompresi-video/</guid>
		<description><![CDATA[Untuk membuat ukuran file video lebih kecil, maka dilakukan kompresi. Apalagi video yang akan dijalanakan di web. Codec adalah perangkat lunak untuk mengatasi masalah ini. Codec merupakan perangkat lunak kecil yang ada dalam perangkat lunak sistem yang dapat melakukan kompresi dan dekompresi dengan cara yang berbeda-beda pada tipe-tipe media digital. CODEC merupakan singkatan dari COmpression-DECompresion [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniaiman.wordpress.com&amp;blog=2300447&amp;post=50&amp;subd=duniaiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Arial,Arial;">Untuk membuat ukuran file video lebih kecil, maka dilakukan kompresi. Apalagi video yang akan dijalanakan di web. Codec adalah perangkat lunak untuk mengatasi masalah ini. Codec merupakan perangkat lunak kecil yang ada dalam perangkat lunak sistem yang dapat melakukan kompresi dan dekompresi dengan cara yang berbeda-beda pada tipe-tipe media digital. </span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Arial,Arial;">CODEC merupakan singkatan dari COmpression-DECompresion dan berisi algoritma perangkat lunak tinggi. </span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Arial,Arial;">Manfaat Codec ini menjadi penting bila kita bekerja dengan data yang besar yang melibatkan penyimpanan dan playback pada komputer.</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Arial,Arial;"> </span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Arial,Arial;">Ketika akan membuat video digital, maka codec melakukan kompresi, sedangkan ketika memainkan kembali video digital, codec melakukan dekompresi. Codec dapat diinstal secara otomatis untuk machintos dan windows. Sebagian besar solusi aliran video untuk web menyediakan encoder dan decoder dengan codec yang menyertainya. Baik buruknya codec bekerja, bergantung pada isi video. Jika melakukan kompresi untuk film, maka codec harus di instal terlebih dahulu kedalam komputer untuk membuat film dan untuk playbacknya.</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Arial,Arial;"> </span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Arial,Arial;">Non-compressed video data akan disimpan dalam bentuk file yang berukuran sangat besar. Sebagai contoh, file video uncompressed dengan durasi 10 detik dapat berukuran hingga 340 MB yang berarti sama dengan 34 MB data per detik. Dengan analogi ini berarti untuk mengcapture video dengan durasi 20 menit dengan metode uncompressed akan membentuk file berukuran lebih dari 40 GB. </span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Arial,Arial;"> </span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Arial,Arial;">Untuk mengatasi kendala tersebut, maka dapat mempergunakan kompresi untuk mengcapture atau mengekspor video sehingga ukuran file yang dihasilkan menjadi jauh lebih kecil.</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Arial,Arial;">Berikut adalah beberapa format kompresi yang sering dijumpai :</span></p>
<p><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Arial,Arial;">Indeo</span></strong><br />
<strong></strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Arial,Arial;">Format kompresi keluaran Intel. Sering dipergunakan untuk memproduksi Web-based Video.</span><br />
<strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Arial,Arial;">Ligos Indeo XP Video</span></strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Symbol;"><span><span> </span></span></span><br />
<span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Arial,Arial;">Format Kompresi generasi baru keluaran intel yang di buat untuk memenuhi kebutuhan sistem operasi Windows XP</span><br />
<strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Arial,Arial;">Dll</span></strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/duniaiman.wordpress.com/50/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/duniaiman.wordpress.com/50/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniaiman.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniaiman.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniaiman.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniaiman.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniaiman.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniaiman.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniaiman.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniaiman.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniaiman.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniaiman.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniaiman.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniaiman.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniaiman.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniaiman.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniaiman.wordpress.com&amp;blog=2300447&amp;post=50&amp;subd=duniaiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniaiman.wordpress.com/2007/12/18/teori-dasar-kompresi-video/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0345748f690f3ac53a7f6d3f969803e9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">imanfunky</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Frekuensi &amp; Amplitudo</title>
		<link>http://duniaiman.wordpress.com/2007/12/18/frekuensi-amplitudo/</link>
		<comments>http://duniaiman.wordpress.com/2007/12/18/frekuensi-amplitudo/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Dec 2007 18:14:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imanfunky</dc:creator>
				<category><![CDATA[All About Video and Motion Graphic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniaiman.wordpress.com/2007/12/18/frekuensi-amplitudo/</guid>
		<description><![CDATA[Frekuensi adalah cepat rambat suara di udara dalam satu detik dan mempunyai satuan Hertz (Hz). Satuan yang sering digunakan atau yang lazim digunakan adalah KHz (Kilo Hertz), satuan ini digunakan mewakili seribu kali osilasi dalam satu detik. Jarak frekuensi terbagi kedalam beberapa bagian yang dilihat sebagai berikut : Suara Infra 0 Hz – 20 Hz [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniaiman.wordpress.com&amp;blog=2300447&amp;post=49&amp;subd=duniaiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Arial,Arial;">Frekuensi adalah cepat rambat suara di udara dalam satu detik dan mempunyai satuan Hertz (Hz). Satuan yang sering digunakan atau yang lazim digunakan adalah KHz (Kilo Hertz), satuan ini digunakan mewakili seribu kali osilasi dalam satu detik. Jarak frekuensi terbagi kedalam beberapa bagian yang dilihat sebagai berikut :</span><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Arial,Arial;"> </span></strong></p>
<p><strong></strong><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Arial,Arial;">Suara Infra<span> </span><span> </span>0 Hz<span> </span>– 20 Hz</span></strong><br />
<strong></strong><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Arial,Arial;">Pendengaran Manusia <span> </span>20 Hz<span> </span>– 20 KHz<span> </span></span></strong><br />
<strong></strong><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Arial,Arial;">Suara Ultra<span> </span>20 KHz – 1 GHz</span></strong><br />
<strong></strong><strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Arial,Arial;">Suara Hiper<span> </span><span> </span>1 Ghz<span> </span>- 1 THz </span></strong><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Arial,Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Arial,Arial;">Pada setiap Audio mempunyai <em>Rate</em> yang berbeda-beda 8.000 KHz, 11.025 KHz, 22.050 KHz, 32.000 KHz, 44.056 KHz, 44.100 KHz, 44.114 KHz, 47.925 KHz, 48.000 KHz, 48.048 KHz, 96.000 KHz, Semakin tinggi frekuensi yang dipergunakan akan menghasilkan kualitas suara yang lebih baik. Meskipun demikian tidak bisa meningkatkan kualitas suara menjadi lebih tinggi dari kualitas sumber suara (<em>source</em>). Semakin tinggi <em>bit depth</em> yang dipergunakan akan menghasilkan kualitas suara yang lebih baik. Namun mensetting audio dengan format dan rate yang tinggi akan membuat kerja komputer menjadi lebih berat dan membutuhkan space yang lebih besar.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/duniaiman.wordpress.com/49/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/duniaiman.wordpress.com/49/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniaiman.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniaiman.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniaiman.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniaiman.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniaiman.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniaiman.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniaiman.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniaiman.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniaiman.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniaiman.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniaiman.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniaiman.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniaiman.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniaiman.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniaiman.wordpress.com&amp;blog=2300447&amp;post=49&amp;subd=duniaiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniaiman.wordpress.com/2007/12/18/frekuensi-amplitudo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0345748f690f3ac53a7f6d3f969803e9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">imanfunky</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teori Dasar Gambar</title>
		<link>http://duniaiman.wordpress.com/2007/12/18/teori-dasar-gambar/</link>
		<comments>http://duniaiman.wordpress.com/2007/12/18/teori-dasar-gambar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Dec 2007 17:58:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imanfunky</dc:creator>
				<category><![CDATA[All About Video and Motion Graphic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniaiman.wordpress.com/2007/12/18/teori-dasar-gambar/</guid>
		<description><![CDATA[Alasan untuk menggunakan gambar dalam presentasi atau publikasi multimedia adalah karena lebih menarik perhatian dan dapat mengurangi kebosanan dibandingkan dengan teks. Gambar dapat meringkas dan menyajikan data kompleks dengan cara yang baru dan lebih berguna. Seiring dikatakan bahwa sebuah gambar mampu menyampaikan seribu kata. Tapi, itu hanya berlaku ketika kita bisa menampilkan gambar yang diinginkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniaiman.wordpress.com&amp;blog=2300447&amp;post=47&amp;subd=duniaiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:9pt;font-family:Arial,Arial;">Alasan untuk menggunakan gambar dalam presentasi atau publikasi multimedia adalah karena lebih menarik perhatian dan dapat mengurangi kebosanan dibandingkan dengan teks. </span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial,Arial;">Gambar dapat meringkas dan menyajikan data kompleks dengan cara yang baru dan lebih berguna. Seiring dikatakan bahwa sebuah gambar mampu menyampaikan seribu kata. </span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial,Arial;">Tapi, itu hanya berlaku ketika kita bisa menampilkan gambar yang diinginkan saat kita memerlukannya. </span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial,Arial;">Multimedia membantu kita melakukan hal ini, yakni ketika gambar grafis menjadi objek suatu link. </span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial,Arial;">Grafis seringkali muncul sebagai backdrop (latar belakang) suatu teks untuk menghadirkan kerangka yang mempermanis teks. </span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial,Arial;">Gambar juga dapat berfungsi sebagai ikon, yang bila dipandu dengan teks, menunjukkan berbagai opsi yang bisa dipilih. Atau gambar bisa dapat dimunculkan <em>full-screen</em> menggantikan teks, tapi tetap memiliki bagian-bagian tertentu yang berfungsi sebagai pemicu yang bila diklik akan menampilkan objek atau event multimedia lain.</span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial,Arial;">Gambar terdiri dari: gambar <em>vector</em>, gambar <em>bitmap</em>, <em>clip art, digitized picture</em>, dan hyperpicture. Format <em>file</em> untuk gambar terdiri dari : *.PICT (format <em>file</em> gambar <em>macintosh</em>), *.BMP(format file gambar default windows), *.JPEG/*.JPG (<em>Joint Photographic Experts Group</em>), *.GIF(<em>Grafic interchange File</em>), *.EPS(<em>Encapsulated Post Script</em>), *.PNG(<em>Portable Network Graphics</em>), dan *.PSD(format file gambar yang digunakan oleh adobe photoshop). <em>Image Sequence</em> adalah menganimasikan beberapa gambar <em>Still Image</em> secara berurutan dan berulang.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/duniaiman.wordpress.com/47/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/duniaiman.wordpress.com/47/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniaiman.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniaiman.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniaiman.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniaiman.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniaiman.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniaiman.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniaiman.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniaiman.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniaiman.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniaiman.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniaiman.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniaiman.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniaiman.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniaiman.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniaiman.wordpress.com&amp;blog=2300447&amp;post=47&amp;subd=duniaiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniaiman.wordpress.com/2007/12/18/teori-dasar-gambar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0345748f690f3ac53a7f6d3f969803e9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">imanfunky</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teori Dasar Video</title>
		<link>http://duniaiman.wordpress.com/2007/12/18/teori-dasar-video/</link>
		<comments>http://duniaiman.wordpress.com/2007/12/18/teori-dasar-video/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Dec 2007 17:49:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imanfunky</dc:creator>
				<category><![CDATA[All About Video and Motion Graphic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniaiman.wordpress.com/2007/12/18/teori-dasar-video/</guid>
		<description><![CDATA[Video merupakan sumberdaya yang kaya dan hidup bagi aplikasi multimedia. Ada empat macam video yang dapat digunakan sebagai objek link dalam aplikasi multimedia yaitu : live video feeds, videotape, videodisc, dan digital video.Ada beberapa standar video yang dipakai di antaranya adalah NTSC, PAL, SECAM dan HDTV. NTSC (National Television Sandards Committee) dikembangkan pada tahun 1950 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniaiman.wordpress.com&amp;blog=2300447&amp;post=46&amp;subd=duniaiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Arial,Arial;">Video merupakan sumberdaya yang kaya dan hidup bagi aplikasi multimedia. Ada empat macam video yang dapat digunakan sebagai <em>objek link</em> dalam aplikasi multimedia yaitu : <em>live video feeds</em>, <em>videotape</em>, <em>videodisc</em>, dan <em>digital video</em>.</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Arial,Arial;">Ada beberapa standar video yang dipakai<span> </span>di antaranya adalah NTSC, PAL, SECAM dan HDTV. </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Arial,Arial;">NTSC (<em>National Television Sandards Committee</em>) dikembangkan pada tahun 1950 yang mendefinisikan standar video yang dibuat sampai 525 gambar garis scan horizontal setiap 1/30 detik. Standar ini digunakan terutama di amerika serikat dan jepang. </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Arial,Arial;">PAL (<em>Phase Alternate Line</em>) merupakan standar yang digunakan eropa dan negara lainnya. Menurut [Vaughan (1994)], ini merupakan metode terintegrasi penambahan warna sinyal televisi hitam putih yang mengandung 625 garis pada sebuah <em>frame rate </em>(<em>25 frame rate per second</em>), masing-masing membutuhkan 1/50 detik untuk menggambar (50 Hz).</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Arial,Arial;">SECAM (<em>Sequential Colour and Memory System</em>) merupakan standar yang digunakan di perancis. </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Arial,Arial;">HDTV (<em>High Definition TV</em>) merupakan standar baru dalam teknologi televisi yang menyediakan kualitas gambar layar lebar serupa dengan film 35 mm dengan kualitas suara sekualitas compact disc. HDTV menyediakan gambar lebih besar dengan detil lebih besar dan lebih jernih dibandingkan dengan NTSC, PAL, SECAM. Resolusi HDTV mencapai 1080 garis aktif (total 1125), sedangkan televisi standar mempunyai resolusi hanya 486 garis aktif (total 525).</span></p>
<p><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Arial,Arial;">Format file video digital untuk integrasi kedalam aplikasi multimedia antara lain, AVI(<em>Audio Video Interleave</em>), MOV(<em>Quick Time</em>), MPEG(<em>Motion Picture Experts Group</em>), DAT, RM/RAM(<em>Real Video</em>) dan SWF(<em>format Shockwave</em>).</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Arial,Arial;">Untuk menambahkan video pada multimedia, kita harus melakukan digitalisasi video. Dengan demikian membutuhkan alat-alat yang dapat mengahasilkan kualitas lebih tinggi ketika melakukan digitalisasi video. Alat-alat yang dibutuhkan antara lain camcorder atau VCR untuk memainkan video, kabel yang sesuai untuk menghubungkan ke komputer, perangkat keras digitalisasi video, hard disk dengan kecepatan tinggi untuk menangkap video, menyimpan file video dan audio digital dan perangkat lunak penangkap video untuk mengontrol proses digitalisasi video. Kemampuan hard disk untuk menyimpan audio dan video digital antara 1 MB sampai 20 MB perdetik dalam keadaan tak terkompresi yang secara umum tidak bergantung pada ukuran file, <em>frame rate</em> dan ketajaman warna.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/duniaiman.wordpress.com/46/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/duniaiman.wordpress.com/46/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniaiman.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniaiman.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniaiman.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniaiman.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniaiman.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniaiman.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniaiman.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniaiman.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniaiman.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniaiman.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniaiman.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniaiman.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniaiman.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniaiman.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniaiman.wordpress.com&amp;blog=2300447&amp;post=46&amp;subd=duniaiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniaiman.wordpress.com/2007/12/18/teori-dasar-video/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0345748f690f3ac53a7f6d3f969803e9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">imanfunky</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
